Info Bandar Lampung

Featured

Berita

Wisata

Kuliner

Blangikhan : Tradisi Adat Lampung Menjelang Bulan Ramadan

INFOBDL - Dalam rangka melestarikan kebudayaan adat Lampung dan menyambut bulan suci Ramadan 1442 H, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Organisasi Sosial Kemasyarakatan Lampung Sai menggelar upacara adat Blangikhan, di Bumi Kedaton Resort, Bandar Lampung, Rabu (7/4/2021).

Blangikhan Tradisi Mandi Bersama Di Sungai Menjelang Bulan Ramadan

Blangikhan atau Blangiran, merupakan tradisi menyucikan diri dengan mandi bersama di sungai sebelum menyambut Bulan Suci Ramadan. Tradisi unik yang biasa dilakukan oleh masyarakat Lampung ini mengandung filosofi tentang penyucian diri. Membersihkan diri dari segala macam kotoran baik jasmani maupun rohani, agar mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik dan lancar.

Pada kegiatan Blangikhan tahun 2021 ini Pemerintah Provinsi Lampung bersama Lampung Sai menggelar Blengikhan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Muli Mekhanai (pemudi dan pemuda Lampung) peserta Blengikhan beserta tamu undangan dibatasi dan wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan petugas Kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Kegiatan Blangikhan dimulai dengan ritual pembacaan doa. Setelah itu, puluhan muli mekhanai berbaris rapih dengan membawa talam berisi air langir, tangkai padi, kembang setaman dan bakaran merang padi atau sekam. Usai membasuh wajah dan bagian anggota tubuh dengan Air tersebut, satu persatu muli mekhanai masuk ke dalam sungai untuk mandi bersama. Setelah proses mandi bersama selesai, acara dilanjutkan dengan menebar bibit ikan dan cuak mengan atau makan bersama.

Kegiatan yang diawali dengan Tarian Kreasi Ketibung Assalam tersebut dihadiri oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Sekda Provinsi Lampung Fakhrizal Darminto, Ketua DPP Lampung Sai Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP, Ketua Harian DPP Rycko Menoza SZP, Wakil Ketua III Provinsi Lampung Raden Muhammad Ismail ST,  Jajaran Forkopimda, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fakhrizal Darminto menyatakan bahwa kegiatan Blangikhan merupakan simbol pensucian hati dalam menghadapi bulan suci Ramadan, agar dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar tanpa ada halangan.

"Blangikhan ini budaya turun temurun yang diwariskan oleh leluhur, dan banyak pelajaran berharga bagi masyarakat lampung. Selain sebagai upaya melestarikan budaya lampung agar tidak lekang termakan zaman, kegiatan ini juga berguna untuk meningkatkan sektor pariwisata, serta sebagai proses pensucian hati dari rasa iri hati, benci, dendam, dan sombong dalam menjalankan ibadah puasa," ucap Fakhrizal Darminto.

Kerupuk Eyek Eyek Singkong Tiga Saudara : Enak dan Gurih

INFOBDL.COM - Bagi orang Indonesia kebanyakan, kerupuk merupakan salah satu camilan atau makanan ringan yang biasa dikonsumsi sebagai lauk pendamping makan, dengan begitu makan menjadi lebih berselera. Bahkan makan kerupuk juga sudah menjadi tradisi sebagai jenis lomba pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Kerupuk biasanya dibuat dengan bahan dasar tepung tapioka (saripati singkong) dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan.

Kerupuk Eyek Eyek Singkong Tiga Saudara : Enak dan Gurih

Kerupuk sendiri memiliki banyak jenis dan variannya, salah satunya adalah Kerupuk Eyek eyek atau ada juga yang menyebutnya dengan sebutan rengginang singkong. Eyek-eyek dibuat menggunakan singkong parut baik secara manual atau dengan mesin. Meskipun Kerupuk Eyek eyek ini berasal dari jawa, namun saat ini dapat dijumpai hampir diseluruh wilayah Indonesia.

Kerupuk Eyek eyek Singkong Tiga Saudara

Di Lampung, Krupuk eyek-eyek yang tersohor salah satunya adalah Produksi Ibu Farida dengan nama Krupuk eyek-eyek singkong Tiga Saudara. Usaha ini beliau mulai pada tahun 2019 bersama dengan kedua saudaranya, sehingga terciptalah krupuk eyek-eyek Tiga Saudara. Menurut ibu Farida selain ingin menciptakan Lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, bahan dasar kerupuk eyek-eyek ini juga relatif mudah didapat serta memiliki kandungan gizi seperti energi, protein, karbohidrat dan lain-lain.

Kerupuk Eyek Eyek Singkong Tiga Saudara terbuat dari singkong pilihan dengan rasa original, enak, gurih, renyah. Produksi kerupuk eyek-eyek ini terletak di daerah Lampung Timur tepatnya di Kecamatan Sekampung Udik. Seiring jalannya waktu produk merambat di pasarkan ke daerah Bandar Lampung melalui Marketplace. Dapat di lihat di akun instagram @ngemilkomalkamil, facebook Kerupuk eyek eyek atau dapat melalui Whats'app 0857 16559 661. Juga dapat dibeli secara langsung di tempat kami yang berlokasi di Jl. Wijaya Kusuma No. 100, Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Kerupuk Eyek Eyek Singkong Tiga Saudara di bandrol dengan harga Rp8.000,-/ bungkus isi 25 keping. Produk ini terjual 200-300 bungkus dalam sebulan. Kerupuk Eyek Eyek Singkong Tiga Saudara juga membuka Reseller dengan menyediakan harga khusus untuk para Reseller yang ingin menjual produk ini lagi. "Dengan begitu kami berharap dapat saling membantu secara ekonomi untuk  para Reseller," ungkap Farida.

Lampung Elephant Park Akan Dikelola Oleh Pemkot Bandarlampung

INFOBDL.COM - Lampung Elephant Park atau yang lebih terkenal dengan sebutan Taman Gajah dalam waktu dekat ini akan dibenahi dan dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung. Taman Gajah yang sebenarnya adalah aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, diserahkan pengelolaannya oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kepada Pemkot Bandarlampung setelah Walikota Bandarlampung Eva Dwiana melakukan Audiensi dengan Gubernur di rumah dinas Mahan Agung, Selasa (16/03)

Lampung Elephant Park Akan Dikelola Oleh Pemkot Bandarlampung

Selain Taman Gajah, Gubernur juga menyerahkan beberapa aset lainnya untuk dikelola oleh Pemkot Bandarlampung, yakni Stadion Pahoman dan Terminal rajabasa yang rencananya akan dibangun menjadi terminal modern.

Dalam Audiensi tersebut Gubernur Lampung mengatakan agar aset provinsi yang diserahkan tersebut dapat dikelola sebagai sarana RTH, rekreasi, dan sarana olahraga bagi masyarakat, namun dengan tetap memperhatikan prosedur dan tata kelola yang baik. “Provinsi akan memberikan tata kelola beberapa aset kepada wali kota Bandar Lampung, tapi status kepemilikan tetap milik provinsi. Kita akan bangun tata ruang kota, tapi saya minta jangan masuk kawasan hutan (resapan),” kata Gubernur Arinal

Sementara itu Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menyatakan pemkot Bandarlampung menyambut baik penyerahan pengelolaan beberapa aset Pemprov Lampung tersebut. Menurutnya Program pembangunan kota Bandarlampung harus tetap bersinergi dengan program pembanguna provinsi. "Kota Bandar Lampung adalah ibukota Provinsi Lampung, jadi Pembangunan di Kota Bandar Lampung ini juga untuk provinsi,” tegas Eva Dwiana.

Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni Mulai Dibangun 2022

INFOBDL.COM - Kawasan Wisata Terpadu Bakaheni atau Bakauheni Harbour City yang semula direncanakan mulai dibangun pada tahun 2024 dipercepat menjadi tahun 2022. Hal tersebut terungkap setelah Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengunjungi lokasi yang rencananya akan dibangun Kawasan Wisata Terpadu Bakaheni, Selasa (16/03)

Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni Mulai Dibangun 2022

Dalam kunjungannya yang disambut langsung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan bahwa kunjungannya hari ini adalah tindak lanjut setelah sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata Wishnutama, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengunjungi kawasan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Gubernur Arinal dalam pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni.

Menurut Kartika Wirjoatmodjo, pembangunan Kawasan Wisata Terpadu tersebut bisa memakan waktu 3 sampai 4 tahun, oleh karenanya diperlukan dukungan semua pihak agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

"Diperlukan dukungan semua pihak agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar, diperkirakan proses ini akan memakan waktu 3 sampai 4 tahun, dan semoga nantinya akan membawa manfaat bagi masyarakat Lampung dan masyarakat Bakauheni pada khususnya," ujar Kartika.

Sementara itu, Gubernur Arinal dalam sambutannyanya mengatakan, bahwa kedatangan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo merupakan wujud perhatian Pemerintah Pusat kepada Provinsi Lampung dalam melakukan pembangunan, khususnya di wilayah Bakauheni Lampung Selatan

Dengan adanya Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni, Gubernur Arinal berharap nantinya kawasan tersebut dapat menjadi destinasi wisata nasional dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni ini akan menjadi destinasi pariwisata nasional. Apalagi jumlah penduduk yang berlalu lalang dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya lebih kurang 20 juta orang dapat menikmati kawasan ini. Selain itu, kita juga punya sumber daya alam dan lokasi wisata lainnya seperti Anak Gunung Krakatau, Pulau Kiluan dan Pahawang," pungkas Gubernur.

Seperti diketahui sebelumnya, Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni rencananyanya akan dibangun diatas lahan seluas total 214 hektare. Pada lahan tersebut rencananya akan dibangun Krakatau Park, Taman Budaya Menara Siger, Intermoda Terminal, Marina Village, Bakauheni Harbour Park dan Mangrove Forest yang dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, villa, taman bermain, dan lain sebagainya.

Livelihood Outdoor : Jual Celana Outdoor Second Berkualitas

INFOBDL.COM - Bagi para pecinta olahraga Outdoor, seperti mendaki, arung jeram, lintas alam dan lain sebagainya, memiliki peralatan yang memadai menjadi salah satu syarat yang wajib. Salah satunya adalah Celana Outdoor. Meskipun terdengar sepele, celana outdor harus memiliki spesifikasi khusus agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan.

jual celana outdoor second

Meskipun ada banyak jenis celana outdoor, namun biasanya celana outdoor memiliki spesifikasi khusus seperti kuat, nyaman, elatis, cepat kering dan juga ringan. 

Selain itu celana outdor biasanya memiliki banyak fitur seperti retsleting pada saku, gusseted crotch (teknologi desain pada bagian selangkangan dengan layer tambahan), articulated knees yakni technologi yang lebih fleksibel pada bagian lutut, dan yang terakhir adalah drawcord ankle adjustment yang berfungsi untuk mengantisipasi panjang celana dalam kondisi tertentu.

Celana Outdoor Berkualitas

Meskipun olahraga outdoor sangat mengasikan, membeli peralatan outdoor masih sangat tidak ramah di kantong bagi sebagian orang, oleh karenanya banyak yang membeli peralatan seperti celana outdoor KW atau tiruan. Padahal hal tersebut sangat tidak anjurkan karena biasanya celana outdoor tiruan mudah rusak dan tidak tahan lama. Untuk mensiasatinya, dianjurkan untuk membeli Celana Outdoor Second atau bekas yang masih layak pakai, selain harganya lebih murah, tapi juga kualitasnya tidak diragukan karena dari brand-brand ternama

Tempat Beli Celana Outdoor Second Berkualitas

Nah untuk teman-teman yang tertarik membeli celana outdoor murah namun berkualitas, kalian bisa membelinya di Livelihood Outdoor. Disana teman-teman bisa mendapatkan berbagai celana outdoor second yang murah dan berkualitas dari berbagai brand populer seperti Eiger, Deuter, Kolping, The North Face, Columbia, Millet dan lain sebagainya.

jual celana outdoor second

Harganyapun cukup terjangkau, di kisaran harga 60 ribu rupiah, dan terdapat celana dengan harga 100 ribu rupiah dapat 2pcs.

Untuk lengkapnya bisa cek di Instagram @livelihoodoutdoor atau bisa pilih-pilih langsung di alamat Jalan Drs Alimudin Umar, Gang Melati, Nomor 63, Kel, Campang Raya, Kec Sukabumi, Bandar Lampung. Mau tanya-tanya dulu juga boleh, langsung aja WA : 083168993263.

BEEME : Rekomendasi Produk Skincare Lokal Dengan Bahan Alami

Saat ini Beeme mungkin sudah menjadi salah satu produk kecantikan perawatan kulit (skincare) yang paling banyak di cari oleh puluhan ribu netizen di Indonesia, bahkan hingga mancanegara karena khasiat dan manfaatnya yang melimpah. Beeme merupakan produk perawatan skincare lokal terbaik dari alam untuk ibu dan anak. Terbuat dari bahan utama turunan lebah, seperti madu dan lilin lebah yang sangat banyak manfaatnya.

Produk utama Beeme yakni Beeme Nourishing Balm dan Honey Sunscreen yang terjual hingga 10.000 jar Per Bulannya, memiliki banyak manfaat diantaranya adalah dapat mengobati iritasi ringan, dapat menjadi pelembab wajah, mengatasi masalah kulit seperti ruam popok, biang keringat, luka bakar, memudarkan bekas jerawat, bahkan sariawan dengan cara ditempelkan pada bagian yang ada sariawannya. 

Produk Beeme menggunakan Claim sertifikat bahan FOODGRADE, yang digunakan oleh dokter-dokter bedah mulut untuk pasien. BeeMe Nourishing Balm adalah Pelembab serbaguna yang mengandung lilin lebah, minyak zaitun, minyak kelapa, minyak almond dan petrolatum (vaseline) sifatnya menutrisi kulit karena mempunyai sejuta maanfaat, bukan hanya untuk kulit wajah, tapi bisa untuk bibir, memudarkan bekas jerawat, stretch marks, ruam popok bayi, biang keringat, gatal-gatal dan mempercepat proses penyembuhan luka.


Menurut Sheyla Taradia Habib, perempuan kelahiran Bandar lampung, 31 Mei 1992 itu, menceritakan bahwa terciptanya Beeme bermula saat dirinya tengah hamil dan menjadi lebih selektif dalam memilih produk skincare, karena takut dampak bahan kimia kepada anak dalam kandungan.

Dari latar belakang tersebut, akhirnya Sheyla Taradia Habib menciptakan Produk Beeme yang secara resmi dipasarkan pada 31 Mei 2019. Beeme kemudian menjadi salah satu brand lokal Indonesia yang ikut direkomendasikan Papa Online Sandiaga Uno di gelaran makan malam bersama pengusaha di Mesir pada 16 desember 2020 lalu.

Bermula di Instagram, kini produk Beeme dapat dibeli di Agen dan Reseller yang tersebar hampir diseluruh Indonesia. Beeme juga bisa didapatkan di The keranjang Bali, Batik Trusmi Cilegon, Chandra Tanjung Karang, Babyshop dan Apotek terdekat di Bandar Lampung, hingga marketplace seperti shopee, tokopedia dan beberapa platform e-commerce lainnya.

Produk yang di bandrol dengan harga Rp.75.000 untuk Beeme Nourishing Balm dan Honey Sunscreen, dan Rp.85.000 untuk Beeme Natural soap 3 in 1 ini sangat aman untuk digunakan, karena sudah terdaftar di BPOM dan berbahan alami dari turunan lebah, seperti madu dan beeswax yang kaya manfaat

Sheyla berharap kedepan Beeme dapat menjadi produk lokal yang go global, membawa nama Indonesia khususnya Lampung ke luar negeri. Hingga dapat memberdayakan ibu-ibu rumah tangga agar mendapatkan penghasilan meskipun dirumah saja.(adv)

Pembebasan Bersyarat bagi Narapidana yang melakukan Tindak Pidana Narkotika

Berdasarkan Undang-undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan bahwa pada Pasal 14 Ayat (1) Huruf K yang dimaksud dengan pembebasan bersyarat adalah bebasnya Narapidana setelah menjalani sekurang-kurangnya dua pertiga masa pidananya dengan ketentuan dua pertiga tersebut tidak kurang dari 9 (sembilan) bulan. bahwa pemberian pembebasan bersyarat dilakukan untuk memberikan motivasi dan kesempatan kepada narapidana untuk mendapatkan kesejahteraan sosial, pendidikan, keterampilan guna mempersiapkan diri di tengah masyarakat serta mendorong peran serta masyarakat untuk secara aktif ikut serta mendukung penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.
Pembebasan Bersyarat merupakan salah satu proses untuk memulihkan hidup, kehidupan dan penghidupan bagi Narapidana. Dijelaskan Dalam seminar kriminologi ke I tahun 1986 di Semarang, Bahroedin Soerjobro mengenai pemasyarakatan yaitu
“pemulihan kembali kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan, yang terjalin antara manusia dengan pribadinya, manusia dengan sesamanya, manusia dengan masyarakat, manusia dengan keseluruhan, manusia dengan alamnya dan (dalam keseluruhan ini) manusia sebagai makhluk Tuhan, manusia dengan khaliknya.”

Ada perbedaan syarat-syarat yang diberikan bagi narapidana untuk mendapatkan Pembebasan Bersyarat. Perbedaan syarat-syarat ini didasarkan terhadap tindak pidana yang telah dilakukan oleh narapidana. Sebagaimana dijelaskan pada Peraturan Pemerintah No. 99 Tahun 2012 dan juga Permenkumham No. 3 Tahun 2018 bahwa ada perbedaan syarat-syarat yang diberikan khususnya bagi Narapidana yang melakukan Tindak Pidana Narkotika, Tindak Pidana Terorisme, tindak pidana korupsi, tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia yang berat dan kejahatan transnasional terorganisasi lainnya. Perbedaan persyaratan untuk mendapatkan Pembebasan Bersyarat dilakukan untuk meningkatkan keamanan, ketertiban umum, dan rasa keadilan masyarakat.
Pasal 82 Permenkumham No. 3 Tahun 2018 syarat pemberian Pembebasan Bersyarat bagi narapidana yaitu Pembebasan Bersyarat dapat diberikan kepada Narapidana yang telah memenuhi syarat: 
  1. Telah menjalani masa pidana paling singkat 2/3 (dua per tiga), dengan ketentuan 2/3 (dua per tiga) masa pidana tersebut paling sedikit 9 (sembilan) bulan;
  2. Berkelakuan baik selama menjalani masa pidana paling singkat 9 (sembilan) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal 2/3 (dua per tiga) masa pidana; 
  3. Telah mengikuti program pembinaan dengan baik, tekun, dan bersemangat; dan
  4. Masyarakat dapat menerima program kegiatan pembinaan Narapidana. 

Dilanjutkan pada Pasal 85 bahwa Pemberian Pembebasan Bersyarat bagi Narapidana yang dipidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun karena melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika serta psikotropika, selain harus memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 juga harus memenuhi syarat: Bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya; 
  1. Telah menjalani paling sedikit 2/3 (dua per tiga) masa pidana, dengan ketentuan 2/3 (dua pertiga) masa pidana tersebut paling sedikit 9 (sembilan) bulan; dan 
  2. Telah menjalani Asimilasi paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari sisa masa pidana yang wajib dijalani.
Dapat disimpulkan bahwa perbedaan terjadi ketika Narapidana yang melakukan Tindak Pidana narkotika menjalani pidana Penjara selama paling singkat 5 tahun dengan narapidana yang melakukan Tindak Pidana narkotika yang menjalani pidana penjara dibawah 5 tahun. Dijelaskan pada Pasal 85 Permenkumham No. 3 Tahun 2018 bahwa harus bersedia bekerja sama (Juctice Collaborator) dan juga sudah menjalani Asimilasi paling singkat satu perdua (setengah) dari sisa masa pidana.
Juctice Collaborator (JC) dapat dilaksanakan baik itu bekerja sama dengan Kepolisian mapun pada saat didalam persidangan yaitu pada saat proses persidangan dengan Jaksa. Berdasarkan SEMA no. 04 Tahun 2011 tentang perlakukan bagi pelapor tindak pidana (Whistleblower) dan saksi pelaku yang bekerjasama (Juctice Collaborators) didalam perkara tertentu, bahwa dalam upaya menumbuhkan partisipasi publik guna mengungkap tindak pidana dan menciptakan iklim yang kondusif antara lain dengan cara memberikan perlindungan hukum serta perlakuan khusus kepada setiap orang yang mengetahui, melaporkan, dan/atau menemukan suatu hal yang dapat membantu aparat penegak hukum untuk mengungkap dan menangani tindak pidana secara efektif. Berdasarkan SEMA No. 04 Tahun 2011, bahwa pedoman untuk menentukan seseorang sebagai saksi pelaku yang bekerjasama (Juctice Collaborator) yaitu
  1. Yang bersangkutan merupakan salah satu pelaku tindak pidana tertentu sebagaimana dimaksud dalam SEMA yaitu Tindak Pidana Korupsi, Terorisme, Tindak Pidana Narkotika, Tindak Pidana Pencucian Uang, perdagngan orang, maupun tindak pidana lainnya yang bersifat terorganisis, telah menimbulkan masalah dan ancaman yang serius terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat sehingga meruntuhkan lembaga serta nilai-nilai demokrasi, etika dan keadilan serta membahayakan pembangunan berkelanjutan dan supremasi hukum
  2. Pelaku tindak pidana telah mengkui kejahatan yang dilakukannya dan bukan pelaku utama dalam kejahatan tersebut serta memberikan keterangan sebagai saksi didalam proses peradilan
  3. Jaksa Penuntut Umum didalam tuntutannya menyatakan bahwa yang bersangkutan telah memberikan keterangan dn bukti-bukti yang sangat signifikan sehingga penyidik dan/atau penuntut umum dapat engungkap tindak pidana dimaksud secara efektif, mengungkap pelaku-pelaku lainnya yang memiliki peran lebih besar dan/atau mengembalikan aset-aset/hasil suatu tindak pidana (Oleh : Sri Rahayu, S.H., NIP : 196608101991032001, Bapas Kelas II Bandar Lampung)

ASIMILASI DI TENGAH PANDEMI

Seperti kita ketahui bersama bahwa Covid-19 (Coronavirus disease 2019) telah menjangkit diseluruh bagian di dunia yang mana diawali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan bahwa Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020 sebagaimana yang dilansir oleh Website resmi dari WHO.

Mengacu pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bahwa Pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas. Pandemi merupakan epidemi yang terjadi pada skala yang melintasi batas internasional, biasanya memengaruhi sejumlah besar orang. Suatu penyakit atau kondisi bukanlah pandemi hanya karena tersebar luas atau membunuh banyak orang; penyakit atau kondisi tersebut juga harus menular. Pandemi Covid-19 ini telah berdampak terhadap sektor ekonomi, kesehatan dan juga tidak tertinggal yaitu sektor hukum.

Salah satu dampak dari Covid-19 terhadap sektor hukum yaitu munculnya Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 10 Tahun 2020 Tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. Perdebatan munculnya Permenkumham ini karena masyarakat melihat bahwa Negara membebaskan Narapidana.


Bahwa Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor  10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 merupakan langkah progresif Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam upaya menanggulangi dan meminimalisir dampak penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lapas/LPKA/Rutan, selain itu juga mengurangi overcrowding dan menghemat anggaran negara

Asimilasi adalah proses pembinaan Narapidana dan Anak yang dilaksanakan dengan membaurkan Narapidana dan Anak dalam kehidupan masyarakat. Syarat pemberian Asimilasi Bagi Narapidana juga sudah ditetapkan yaitu:

·  Berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir;

·  Aktif mengikuti program pembinaan dengan baik;dan

·  Telah menjalani ½ (satu per dua) masa pidana.

Hal yang perlu digaris bawahi yaitu di Pasal 23 bahwa

·  Peraturan Menteri ini berlaku bagi narapidana yang tanggal 2/3 (dua per tiga) masa pidananya dan anak yang tanggal  ½ (satu per dua) masa pidananya sampai dengan tanggal 31 Desember 2020.

·   Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan dan berakhir sampai dengan masa kedaruratan terhadap penanggulangan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah berakhir.

Pemberian Asimilasi terhadap Narapidana bukan melepas begitu saja terhadap narapidana, akan tetapi Narapidana yang mendapatkan Asimilasi selalu di awasi selama proses Asimilasi, sebagaimana Pasal 3 Permenkumham No. 10 Tahun 2020 yaitu Narapidana yang mendapatkan Asimilasi akan mendapatkan pengawasan oleh Bapas (Balai Pemasyarakatan)


Asimilasi yang diberikan terhadap Narapidana dapat dicabut karena melakukan pelanggaran didalam ketentuan Asimilasi yaitu:

·        ·  Pelanggaran syarat umum, melakukan pelanggaran hukum dan ditetapkan sebagai Tersangka/terpidana
·  Pelanggaran syarat khusus terdiri atas :

o   Menimbulkan keresahan dalam masyarakat;

o   Tidak melaksanakan kewajiban melapor kepada Bapas yang membimbing paling banyak 3 (tiga)kali berturut-turut;

o   Tidak melaporkan perubahan alamat atau tempat tinggal kepada Bapas yang membimbing; dan/atau;

o   Tidak mengikuti atau mematuhi program pembimbingan yang ditetapkan oleh Bapas (tidak berada di dalam rumah).

Asimilasi merupakan bagian hak dari Narapidana dan juga sebagai upaya pembauran kembali Narapidana ke dalam masyarakat. Perubahan Paradigma pemenjaraan sekarang bukan memberikan penyiksaan ataupun beban terhadap Narapidana, akan tetapi memberikan pemulihan kembali Narapidana kedalam masyarakat. Asimilasi merupakan salah satu upaya pemulihan kembali Narapidana ke dalam masyarakat, oleh sebab itu masyarakat harus memberikan dukungan dan juga ikut mengawasi Narapidana selama mendapatkan program Asimilasi.

Jumlah Klien yang mendapatkan asimilasi berdasarkan Keputusan Menteri No. 10 Tahun 2020 yang dilakukan di wilayah kerja Balai pemasyarakatan kelas II Bandar Lampung Berjumlah 1286 orang pada saat artikel ini dibuat.

Jumlah klien tersebut merupakan jumlah keseluruhan dari 5 Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah kerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Bandar Lampung dan juga pelimpahan/klien yang memiliki domisili di wilayah kerja Bapas Kelas II Bandar Lampung yaitu:




Pelaksanaan Asimilasi dilakukan melalui daring atau telepon sebagaimana Berdasarkan surat perintah Direktur Jendral Pemasyarakatan NO. PAS-HH.01.04-13 bahwa ada metode pengawasan mengenai kedaruratan Covid-19. Kepala Balai Pemasyarkaatan harus melakukan:

1.      Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan yang dilaksanakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan, untuk mencegah terjadinya pelanggaran ketentuan syarat umum dan syarat khusus yang dilakukan oleh Narapidana dan Anak yang menjalani Asimilasi dan Integrasi dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19;

2.      Memerintahkan Pembimbing Kemasyarakatan untuk melakukan peningkatan pengawasan melalui peningkatan intensitas pengawasan secara daring, melakukan home visit dengan pelibatan pihak kepolisian terhadap klien yang memiliki potensi untuk melakukan pelanggaran ketentuan Asimilasi dan Integrasi dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19;

3.      Memberikan peringatan kepada klien terkait dengan sanksi pencabutan hak remisi dan integrasi terhadap pelanggaran ketentuan pelaksanaan Asimilasi dan Integrasi dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19;

Melakukan peningkatan koordinasi dengan pihak kepolisian sampai kepada Bhabinkamtibmas, kejaksaan, dan pemerintah daerah sampai dengan tingkat RW, RT dan Desa serta kelompok masyarakat untuk membantu pelaksanaan pengawasan terhadap Narapidana dan Anak yang menjalani Asimilasi dan Integrasi dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. (Oleh : Sri Rahayu, S.H, NIP : 196608101991032001, Bapas Kelas II Bandar Lampung)


Wisata

Kuliner

Hotel