Jam Kritis Siang Hari Bikin Ngantuk Berat? Begini Trik Atur Jadwal Tidur dan Kerja Selama Puasa
BANDAR LAMPUNG --- Mari kita akui satu fakta universal di bulan puasa: jam dua siang adalah waktu yang paling menguji iman. Bukan melulu soal menahan lapar melihat iklan sirup di TV, tapi ujian menahan kelopak mata yang rasanya seberat barbel.
Apalagi kalau cuaca Bandar Lampung lagi terik-teriknya, sementara di dalam ruang kantor AC menyala sejuk. Rasanya meja kerja tiba-tiba terlihat selembut kasur premium.
Banyak yang mengira rasa lemas dan kantuk ekstrem ini murni karena perut kosong. Padahal, dari kacamata medis dan produktivitas, biang kerok utamanya adalah kekacauan ritme sirkadian (jam biologis) tubuh kita. Ritme tidur kita dirombak paksa karena harus bangun jam 3 pagi untuk sahur.
Supaya performa kerjamu tetap on-track dan nggak ditegur atasan gara-gara ketiduran di jam kerja, kamu butuh strategi "Manajemen Waktu" khusus edisi Ramadan. Berikut cara menyiasatinya:
Haram Hukumnya Tidur Habis Subuh
Ini kesalahan paling umum yang sering kita lakukan. Setelah perut kenyang sahur dan salat Subuh tuntas, godaan untuk kembali tarik selimut memang luar biasa.
Namun, secara biologis, tidur setelah makan justru membuat sistem pencernaan bekerja keras saat tubuh sedang beristirahat. Selain memicu asam lambung, bangun dari tidur pagi sering kali memunculkan efek sleep inertia—perasaan pening, grogi, dan tubuh malah terasa dua kali lipat lebih lemas.
Solusinya? Manfaatkan waktu ba'da Subuh untuk bersiap-siap, membaca buku, atau mencicil pekerjaan ringan. Biarkan tubuhmu merespons cahaya pagi agar hormon kortisol (hormon kewaspadaan) perlahan naik secara alami.
Terapkan Konsep 'Eat the Frog' di Pagi Hari
Dalam manajemen waktu, ada istilah "Eat the Frog", kerjakan tugas yang paling berat, menyebalkan, atau butuh konsentrasi tinggi di urutan pertama.
Di bulan puasa, energi dan fokus terbaikmu ada di rentang waktu jam 8 hingga jam 11 pagi. Gunakan "Golden Hours" ini untuk menyelesaikan laporan rumit, menyusun proposal, atau mengambil keputusan penting. Setelah jam 12 siang, ketika energi mulai menurun, alihkan fokusmu ke tugas-tugas mekanis yang tidak terlalu memeras otak, seperti membalas email, merapikan dokumen, atau riset ringan.
Kuasai Seni Power Nap (Tidur Siang Singkat)
Karena jam tidur malammu terpotong sahur, tubuh secara otomatis mengalami defisit tidur. Cara paling efektif untuk membayarnya bukanlah dengan memperpanjang tidur malam, melainkan lewat power nap di sela waktu istirahat siang.
Gunakan sisa waktu istirahat (setelah dipotong untuk salat Zuhur) untuk tidur sejenak di meja kerja atau musala. Kuncinya: cukup 20 hingga 30 menit. Jangan lebih! Jika kamu tidur lebih dari 30 menit, kamu akan masuk ke fase deep sleep. Bangun dari fase ini di tengah hari justru akan membuat kepalamu pusing dan bad mood. Pasang alarm, dan jadikan 20 menit itu sebagai sesi recharge baterai tubuh yang berkualitas.
Jam Kritis? Ambil Wudhu dan Stretching
Saat "jam kritis" tiba (sekitar jam 2 hingga 4 sore) dan mata benar-benar sudah tidak bisa diajak kompromi menatap layar, jangan dipaksakan. Berhenti sejenak.
Tinggalkan mejamu, berjalanlah ke toilet untuk mengambil wudu atau sekadar mencuci muka dengan air dingin. Setelah itu, lakukan peregangan ringan (stretching) di area bahu, leher, dan kaki. Berjalan kaki sebentar ke meja rekan kerja untuk bertegur sapa juga efektif mengembalikan sirkulasi darah dan aliran oksigen ke otak.
Geser Jam Tidur Malam Lebih Awal
Ini yang sering disepelekan. Mentang-mentang bulan puasa, agenda nongkrong setelah Tarawih malah makin kencang. Padahal, tubuh butuh minimal 4-5 jam tidur tanpa gangguan sebelum dibangunkan lagi untuk sahur.
Usahakan jam 10 malam kamu sudah berada di atas kasur. Jauhkan gawai dan matikan lampu agar produksi hormon melatonin (hormon tidur) maksimal. Kualitas tidur yang baik jauh lebih penting daripada durasi tidur yang panjang.
Berpuasa bukan alasan untuk menurunkan produktivitas. Dengan sedikit perombakan strategi dan pemahaman tentang cara kerja tubuh, kita tetap bisa berkarya maksimal sambil mendulang pahala sebulan penuh. Selamat mencoba!
