ObYRbHsSqgzBZuI04SOtu7icauKRhA6KpFA1ikVp
Bookmark

Tetep 'Skena' dan Fit Pas Ramadan: Panduan Olahraga Anti Tepar Saat Puasa

Bandar Lampung --- "Duh, bro, puasa nih. Rebahan aja lemes, apalagi mau olahraga. Bisa tepar di tempat gue."

Hayo ngaku, siapa yang pikirannya langsung begini pas denger kata 'olahraga' di bulan Ramadan? Suara-suara mending rebahan memang terdengar jauh lebih seksi ketimbang suara denting dumbbell di gym atau derap sepatu lari di aspal PKOR Way Halim.

Apalagi kalau cuaca Bandar Lampung lagi terik-teriknya, rasanya bergerak sedikit aja keringat langsung kucur, tenggorokan langsung kering kerontang. Alhasil, niat lari pagi berubah jadi lari ke kasur, dan membership gym pun auto-nganggur sebulan penuh.

Tapi, mari kita bedah secara jurnalistik dan mendalam: apakah benar olahraga saat puasa itu 'haram' hukumnya bagi kesehatan? Ataukah itu cuma alibi kolektif kita biar bisa slacking off alias bermalas-malasan?

Jawabannya adalah: Boleh banget, bahkan dianjurkan. Tapi, kuncinya ada pada 'Kapan' dan 'Bagaimana'. Olahraga saat puasa itu ibarat pakai sambal seruit; kalau pas porsinya bikin nagih, kalau berlebihan bikin mules.

Biar kamu tetep fit, stunning, dan nggak lemes pas diajak bukber, yuk simak panduan waktu terbaik dan jenis gerakan aman versi infobdl.com:

Battle Waktu Terbaik: Sebelum Iftar vs. Setelah Tarawih

Ini perdebatan abadi di dunia per-fitness-an saat Ramadan. Keduanya punya plus dan minus-nya masing-masing.

Opsi A: Ngabuburit Sport (45-60 Menit Sebelum Berbuka)

Ini opsi paling populer, terutama buat yang sibuk atau penganut aliran "berbuka dengan yang pasti (pasti dapet takjil)".

Plusnya: Pas olahraga beres, azan Magrib berkumandang. Kamu bisa langsung rehidrasi dan isi ulang energi. Gula darah yang drop pas olahraga langsung naik lagi habis minum es buah. Plus, bisa hemat waktu.

Minusnya: Cadangan energi (glikogen) di tubuhmu lagi di titik terendah. Risiko dehidrasi tinggi kalau cuaca panas.

Fix No Debat: Di waktu ini, DILARANG HIGHT INTENSITY. Jangan coba-coba lari sprint atau heavy lifting (angkat beban berat) di jam ini kalau nggak mau diangkut ambulans.

Opsi B: Post-Iftar Workout (Setelah Tarawih)

Buat yang serius pengen muscle gain atau maintenance performa, ini waktu paling ideal.

Plusnya: Energi udah full tank dari makanan buka puasa. Tubuh udah terhidrasi penuh. Kamu bisa go all out alias olahraga intens. Mau HIIT? Mau angkat beban berat? Gaspol!

Minusnya: Waktu istirahat malam jadi kepotong. Olahraga intens terlalu malam bisa bikin susah tidur (insomnia). Selain itu, pastikan kamu olahraga minimal 1-2 jam setelah makan besar biar perut nggak begah.

Gerakan yang Aman: Less is More

Kalau kamu milih olahraga sebelum berbuka, jenis gerakannya harus disesuaikan. Prinsipnya adalah menjaga sirkulasi darah dan metabolisme tetap jalan, bukan untuk mecahin rekor personal best.

Berikut jenis olahraga aman di sore hari:

1. Jalan Santai/Brisk Walking: Paling gampang, paling aman. Kamu bisa jalan santai muterin Stadion PKOR atau Lapangan Enggal. Cukup 30 menit, hati senang, badan bugar, takjil pun terbayang.

2. Sepeda Santai (Cruising): Ingat, cruising ya, bukan balapan velodrom. Gowes santai sore hari sambil cari angin segar.

3. Yoga atau Stretching Ringan: Fokus pada pernapasan dan fleksibilitas. Ini bagus banget buat relaksasi otot-otot yang kaku karena seharian duduk di kantor atau rebahan.

4. Latihan Beban Ringan (Bodyweight): Kayak push-up, squat, atau plank dengan intensitas rendah. Repetisi dikit aja, yang penting gerak.

Tips Tambahan Biar Nggak Tepar

Dengarkan Tubuhmu: Ini klise tapi vital. Kalau tiba-tiba pusing kleyengan, mata berkunang-kunang, atau napas pendek banget, STOP. Jangan paksain ego. Nggak usah gengsi sama temen.

Rehidrasi Strategis: Pas sahur dan buka, pastikan minum air putih yang cukup. Pakai rumus 2-4-2 (2 gelas saat buka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur) biar badan nggak 'kering'.

Jangan Ngegas di Awal: Di minggu pertama puasa, tubuh lagi adaptasi. Kurangi durasi dan intensitas olahraga dulu. Kalau udah terbiasa, pelan-pelan boleh dinaikin.

Ternyata puasa bukan alasan buat jadi kaum rebahan permanen, kan? Dengan pengaturan waktu yang pas dan jenis gerakan yang tepat, kamu tetap bisa fit, produktif, dan siap menyambut hari kemenangan dengan bugar. Selamat mencoba, bro dan sist di Bandar Lampung!

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar