ObYRbHsSqgzBZuI04SOtu7icauKRhA6KpFA1ikVp
Bookmark

Panduan OOTD Bukber Simpel Biar Nggak Dikira Mau Kondangan

BANDAR LAMPUNG — Masuk ke minggu ketiga Ramadan, biasanya ada satu pemandangan yang rutin terjadi di kamar anak muda Bandar Lampung: berdiri mematung di depan lemari pakaian yang terbuka lebar, sambil bergumam putus asa, "Gue nggak punya baju!"

Padahal, kalau mau jujur, tumpukan baju di lemari itu sudah nyaris tumpah. Tapi entah kenapa, saat rentetan undangan Buka Bersama (bukber) dari grup alumni SD, teman kampus, sampai rekan kantor mulai berdatangan, mendadak semua baju terasa salah.

Kita hidup di era visual. Momen bukber saat ini bukan cuma soal makan bareng, tapi juga ajang reuni, update kehidupan, dan puncaknya: sesi foto grup OOTD (Outfit of the Day) yang akan mejeng di Instagram Story atau TikTok. Apalagi kalau venue yang dipilih adalah kafe-kafe estetik di kawasan Pahoman, Antasari, atau Way Halim. Tekanan untuk tampil modis tapi effortless (seolah-olah modis tanpa usaha) itu sangat nyata.

Banyak yang akhirnya mengambil jalan pintas dengan membeli baju baru lewat e-commerce. Padahal, secara prinsip sustainable fashion (fesyen berkelanjutan), membeli baju baru hanya demi satu acara bukber adalah pemborosan yang bertentangan dengan semangat menahan diri di bulan puasa.

Selain itu, ada satu aturan tak tertulis dalam skena bukber: kamu nggak boleh terlihat underdressed (terlalu gembel kayak mau tidur), tapi juga sangat dilarang overdressed (terlalu heboh sampai dikira mau bridesmaid kondangan).

Lalu, bagaimana meracik rumus pakaian yang pas, sopan, modis, dan—yang paling penting—tahan banting menghadapi cuaca Bandar Lampung yang kadang gerahnya minta ampun? Tim infobdl.com membedah anatomi OOTD bukber yang simpel dan elegan.

1. Kunci Utama: Perhatikan Material Kain, Bukan Cuma Modelnya

Ini adalah kesalahan paling fatal. Selucu apa pun potongan blus atau kemeja yang kamu lihat di lemari, pastikan bahannya "bernapas". Bandar Lampung itu panas, dan acara bukber biasanya dilanjutkan dengan salat Magrib dan Tarawih bergantian di musala kafe yang sempit.

Tinggalkan bahan satin yang menempel ketat di kulit, brokat yang gatal, atau polyester tebal. Beralihlah ke material katun rayon, linen, atau crinkle yang menyerap keringat. Baju yang nyaman akan menyelamatkan mood-mu sepanjang malam.

2. Terapkan 'Rule of Three' (Aturan Tiga Lapis)

Biar OOTD kamu nggak kelihatan monoton alias "gitu-gitu aja", gunakan Rule of Three. Lapis pertama adalah inner (kaos polos atau manset), lapis kedua adalah celana atau rok, dan lapis ketiga adalah outerwear (luaran).

Outer adalah penyelamat sejati. Kamu bisa memakai kaos putih polos dan celana jeans andalan, tapi begitu kamu tumpuk dengan luaran berupa kemeja flannel oversized, vest (rompi) rajut ala Korea, atau cardigan panjang, look kamu otomatis naik kasta menjadi smart casual.

3. Amankan Posisi dengan Palet 'Cewek/Cowok Bumi'

Urusan warna juga sering bikin pusing. Kalau kamu bingung mau pakai baju warna apa, Earth Tones (warna bumi) adalah zona paling aman. Warna-warna seperti beige, cokelat susu, khaki, olive green, atau terracotta selalu berhasil memberikan kesan elegan dan hangat.

Keuntungan lainnya, warna netral ini sangat gampang di-mix and match. Selain itu, saat sesi foto grup nanti, warna-warna earth tones tidak akan "menabrak" warna baju teman-temanmu atau background kafe yang biasanya bernuansa kayu atau monokrom.

4. OOTD Pria: Tinggalkan Koko Klasik, Beralih ke Kurta Modern

Buat kaum adam, pakai baju koko lengan panjang ke acara bukber di kafe kadang terasa terlalu kaku, seolah baru pulang dari ikut pengajian akbar. Alternatif modernnya adalah kemeja kerah Shanghai atau Kurta modern dengan potongan lengan pendek atau tiga perempat.

Padukan kemeja ini dengan celana ankle pants (celana kain yang panjangnya pas di mata kaki) atau chino. Hindari celana jeans sobek-sobek (ripped jeans). Untuk alas kaki, sneakers putih bersih atau slip-on kasual akan membuat gayamu terlihat santai tapi sangat rapi.

5. OOTD Wanita: Loose Cut untuk Menyamarkan 'Food Baby'

Jangan lupakan realita bahwa kita akan makan banyak saat bukber. Memakai celana ketat atau rok span yang membatasi ruang gerak perut adalah penyiksaan mandiri. Pilihlah potongan baju loose (longgar).

Celana kulot high-waist berbahan kain jatuh yang dipadukan dengan blus asimetris atau tunik pendek adalah kombinasi juara. Siluetnya tetap cantik di kamera, sopan, tapi memberi ruang bagi perutmu untuk bernapas setelah menghabiskan seporsi iga bakar dan es teler.

6. Hijab Anti-Ribet: Clean Look is the New Trend

Bagi yang berhijab, lupakan gaya hijab tumpuk-tumpuk dengan banyak jarum pentul yang bikin kepala berat. Tren sekarang adalah clean look. Gunakan pashmina bahan ceruty yang diikat simpel ke belakang leher, atau jilbab segi empat bahan paris premium dengan ikatan rapi di leher. Semakin simpel hijabmu, semakin elegan siluet pakaianmu.

Satu Hal yang Sering Dilupakan: Esensi Silaturahmi

Pada akhirnya, menghabiskan waktu berjam-jam memilih baju jangan sampai mengaburkan tujuan utama kita keluar rumah. Bukber adalah momen silaturahmi, merawat pertemanan lama, dan berbagi tawa setelah seharian berpuasa.

Teman-teman sejatimu tidak akan peduli apakah bajumu adalah brand desainer mahal atau hasil bongkar lemari stok tahun lalu. Mereka lebih peduli pada kehadiranmu, tawamu, dan obrolan berkualitas di meja makan.

Jadi, pakailah baju apa pun yang membuatmu merasa percaya diri dan nyaman. Semprotkan parfum andalanmu, siapkan senyum terbaik, dan selamat menikmati waktu berkualitas bersama circle kesayanganmu!

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar