ObYRbHsSqgzBZuI04SOtu7icauKRhA6KpFA1ikVp
Bookmark

Jangan Tunggu Hari H: Ini 5 Persiapan Fisik dan Hati Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H

BANDAR LAMPUNG --- Aroma sirup aneka rasa dan tumpukan kurma sudah mulai menghiasi etalase minimarket hingga pasar tradisional di berbagai sudut kota. Ya, hilal bulan suci Ramadan sudah semakin dekat.

Biasanya, kalau bicara persiapan puasa, yang terbayang di kepala kita duluan adalah stok mi instan untuk sahur, atau sibuk me-listing kafe mana saja di Bandar Lampung yang asyik buat bukber minggu pertama nanti. Padahal, ada persiapan yang jauh lebih krusial biar ibadah sebulan penuh kita nggak cuma sekadar menahan lapar dan haus dari imsak sampai magrib.

Biar Ramadan tahun ini level-up dan punya makna yang lebih dalam, ibarat seorang atlet yang mau bertanding, kita butuh pemanasan. Berikut adalah check-list persiapan ibadah yang bisa mulai kamu cicil dari sekarang:

1. Pemanasan 'Mesin' Ibadah dari Sekarang

Jangan kaget kalau di hari pertama puasa badan terasa lemas dan mata berat banget diajak baca Al-Qur'an. Ini terjadi karena "mesin" spiritual kita dipaksa ngegas dari 0 langsung ke 100.

Mulai minggu ini, cobalah perlahan membiasakan diri. Kalau biasanya habis salat fardu langsung buru-buru melipat sajadah, coba tahan lima menit untuk zikir atau membaca satu-dua halaman Al-Qur'an. Sisipkan juga puasa sunnah Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh untuk membiasakan ritme lambung. Jadi, pas masuk tanggal 1 Ramadan nanti, ritme tubuh dan hati sudah tune-in.

2. Bikin Target yang Spesifik dan Realistis

Sering kali kita punya target menggebu-gebu di awal: "Tahun ini harus khatam Al-Qur'an tiga kali dan salat Tarawih full di masjid!" Semangatnya patut diacungi jempol, tapi kalau tidak diiringi strategi, biasanya semangat ini akan luntur di pertengahan bulan.

Coba buat check-list yang lebih realistis dan terukur. Misalnya, target khatam satu kali. Artinya, kamu cukup membaca dua lembar Al-Qur'an setiap selesai salat lima waktu. Buat juga target sedekah harian, entah itu memasukkan uang ke kotak amal masjid setiap subuh, atau sekadar berbagi takjil seminggu sekali di jalanan kota.

3. 'Cuci Gudang' Perlengkapan Ibadah

Kapan terakhir kali kamu mencuci mukena, sarung, atau sajadah favoritmu? Jangan sampai bau apek mengganggu kekhusyukan salat Tarawih panjangmu nanti.

Mumpung masih ada waktu, bongkar lemari perlengkapan ibadah. Cuci bersih semuanya, beri pewangi, dan siapkan di tempat yang mudah dijangkau. Pakaian yang bersih dan wangi secara psikologis akan sangat mendongkrak mood kita untuk berlama-lama di atas sajadah.

4. Bersih-bersih Hati dan Ruang Digital

Persiapan fisik sudah, perlengkapan ibadah sudah, sekarang waktunya persiapan inti: hati. Puasa bukan cuma soal menjaga perut, tapi juga lisan dan pikiran.

Mulailah menurunkan ego untuk meminta maaf kepada orang tua, keluarga, dan teman terdekat. Di era modern ini, "bersih-bersih" juga berlaku untuk ruang digital kita. Kurangi scrolling konten-konten yang memancing emosi atau perdebatan nirfaedah di media sosial. Sebaliknya, mulai follow akun-akun kajian, tips kesehatan puasa, atau portal berita yang memberikan informasi positif.

5. Petakan Anggaran Kebaikan

Bulan puasa sering kali bikin pengeluaran justru membengkak. Nah, mumpung belum masuk bulannya, alokasikan budget dari sekarang. Sisihkan dana khusus di awal bukan cuma untuk buka bersama teman kantor atau reuni sekolah, tapi juga poskan dana khusus untuk zakat fitrah, zakat mal (jika sudah nisab), dan sedekah ekstra.

Dengan persiapan yang matang, Ramadan tak akan lagi terasa seperti rutinitas tahunan yang numpang lewat, melainkan benar-benar menjadi madrasah spiritual yang mencetak versi terbaik dari diri kita. Sudah siap menyambut bulan penuh berkah ini?

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar